Kelompok warga lokal di distrik Umeda(Kita), Osaka, akan mengecat jalanan dengan warna kuning cerah sebagai bentuk tindakan untuk mengusir prostitusi di jalan pada distrik Umeda.Polisi juga akan bekerja sama dalam upaya ini.
3 tindakan penanggulangan menggunakan psikologi
- Jalan dicat dengan warna kuning.
- Gambarlah ilustrasi yang membuat perempuan meninggalkan tempat tersebut.
- Tingkatkan jumlah lampu jalan agar lebih terang di malam hari.
Penanggulangan ini menggunakan metode psikologis yang disebut “Teori dorongan(Nudge theory)”. Dengan kata lain, hal ini memanfaatkan psikologi perempuan prostitusi yang ingin menghindari tempat-tempat yang terlihat. Renovasi jalan akan dimulai pada bulan November dan diharapkan selesai pada akhir tahun.
Apa latar berakang tindakan ini?
Tujuan tindakan ini adalah untuk meningkatkan citra kawasan Umeda menjelang Osaka Expo 2025 mulai dari tanggal 13 April.
Menjadi viral di media sosial
Baru-baru ini, orang-orang mengunggah di media sosial bahwa “Gadis-gadis menunggu di sini setiap hari”. Salah satu warga setempat berkata, “Ini menjadi masalah karena beberapa orang datang hanya karena penasaran.” Sebagian warga sudah pindah karena tidak menyukai citra negatif kawasan Umeda.
Mengapa prostitusi jalanan meningkat di Jepang?
Salah satu alasan adalah kemudahan prostitusi.Menurut Polisi Prefektur Osaka, banyak wanita yang ditangkap berusaha mendapatkan uang untuk bermain di host club.
Para wanita tersebut yang dilaporkan berkata, “Saya tahu ini adalah kejahatan, tapi ini adalah cara cepat untuk menghasilkan uang “. Sementara itu, beberapa perempuan menjelaskan bahwa hidup mereka sulit karena tidak punya uang.
Komentar oleh netizen Jepang

Pekerjaan prostitusi sendiri tidak akan pernah hilang, sehingga mengelolanya dengan baik akan membantu mencegah kejahatan.



Sekalipun mereka menerapkan psikologi untuk mengusir lalat, itu hanya akan mencegah mereka mengunjungi area tersebut, namun tidak benar-benar membuat mereka pergi.
Membaca berita ini di Instagram
Sumber referensi
https://www.yomiuri.co.jp/local/kansai/news/20241002-OYO1T50025









