MENU

5 Ciri Khas Bahasa Jepang dan Perbandingannya dengan Bahasa Indonesia|Minna no Nihongo 1

5 Ciri Khas Bahasa Jepang dan Perbandingannya dengan Bahasa Indonesia (Minna no Nihongo Shokyuu 1)

Artikel ini menjelaskan tentang ciri khas bahasa Jepang.
Isi pembahasan ini juga sesuai dengan materi Minna no Nihongo Shokyuu 1.
Dalam buku tersebut, penjelasan serupa dapat ditemukan di halaman 2.

📕 Buku 「Minna no Nihongo 1 terjemahkan bahasa Indonesia」 bisa dibeli melalui Shopee.

目次

Tentang Buku Minna no Nihongo Shokyuu 1

Minna no Nihongo Shokyuu 1 adalah salah satu buku tata bahasa Jepang dasar yang paling populer di dunia. Banyak pelajar menggunakan buku ini sebagai fondasi belajar bahasa Jepang.

Buku ini sangat sistematis dan mudah diikuti. Namun, edisi yang banyak digunakan diterbitkan pada tahun 2012, sehingga beberapa ungkapan terdengar agak lama jika dibandingkan dengan bahasa Jepang modern yang dipakai orang Jepang sekarang.

Karena itu, penjelasan di sini tidak hanya mengikuti isi buku, tetapi juga memberikan versi yang lebih natural dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

5 Ciri Khas Bahasa Jepang

Lima ciri khas bahasa Jepang:

  1. 品詞(ひんし)– Jenis kata
  2. 語順(ごじゅん)– Urutan kata
  3. 述語(じゅつご)– Predikat
  4. 助詞(じょし)– Partikel
  5. 省略(しょうりゃく)– Penghilangan kata

Kelima poin ini sangat penting untuk memahami struktur bahasa Jepang secara keseluruhan.


品詞(ひんし)– Jenis Kata dalam Bahasa Jepang

Dalam Minna no Nihongo Shokyuu 1, pemula mempelajari enam jenis kata utama:

  • 動詞(どうし)– kata kerja
  • 形容詞(けいようし)– kata sifat
  • 名詞(めいし)– kata benda
  • 副詞(ふくし)– kata keterangan
  • 接続詞(せつぞくし)– kata penghubung
  • 助詞(じょし)– partikel

Lima kategori pertama hampir sama dengan bahasa Indonesia.
Namun, 助詞 atau partikel adalah perbedaan besar.

Bahasa Indonesia tidak memiliki sistem partikel seperti “wa”, “o”, dan “ni” yang menunjukkan hubungan subjek, objek, atau arah secara langsung di dalam kalimat.

Inilah salah satu ciri khas bahasa Jepang yang paling penting.


語順(ごじゅん)– Struktur dan Urutan Kata Bahasa Jepang

Struktur dasar bahasa Jepang adalah SOV:

Subjek – Objek – Predikat

Contoh:

Watashi wa Nihongo o benkyou shimasu.
私は 日本語を 勉強 します。
Artinya: Saya belajar bahasa Jepang.

Kata kerja atau predikat selalu berada di akhir kalimat.

Sebaliknya, bahasa Indonesia menggunakan struktur SVO:

Subjek – Predikat – Objek

Contoh:

Saya belajar bahasa Jepang.

Perbedaan urutan kata ini adalah salah satu perbedaan utama antara bahasa Jepang dan bahasa Indonesia.


述語(じゅつご)– Predikat dalam Bahasa Jepang

Dalam bahasa Jepang, predikat selalu berada di akhir kalimat.
Ada tiga jenis predikat:

  1. 名詞述語 – predikat kata benda
  2. 動詞述語 – predikat kata kerja
  3. 形容詞述語 – predikat kata sifat

Contoh predikat kata benda(名詞述語)

Watashi wa gakusei desu.
私は学生です。
Artinya: Saya mahasiswa.

Dalam bahasa Indonesia, kita bisa mengatakan “Saya mahasiswa” tanpa kata “adalah”.
Dalam bahasa Jepang, bentuk sopan selalu menggunakan “desu”.

Contoh predikat kata kerja(動詞述語)

Watashi wa Nihongo o benkyō shimasu.
私は日本語を勉強します。
Artinya: Saya belajar bahasa Jepang.

Dalam bahasa Jepang, kata kerja berada di akhir kalimat.
Bentuk “shimasu” adalah bentuk sopan.

Contoh predikat kata sifat(形容詞述語)

Kono hon wa omoshiroi desu.
この本はおもしろいです。
Artinya: Buku ini menarik.

Dalam bahasa Jepang, kata sifat juga bisa menjadi predikat.
Kata sifat diletakkan di akhir kalimat.

Predikat dalam bahasa Jepang dapat berubah menjadi:

  • bentuk negatif
  • bentuk lampau
  • bentuk non-lampau

Namun, bentuknya tidak berubah berdasarkan jenis kelamin atau jumlah orang.
Hal ini mirip dengan bahasa Indonesia, tetapi berbeda dari bahasa Inggris.


助詞(じょし)– Partikel Bahasa Jepang

Partikel adalah elemen kunci dalam tata bahasa Jepang.

Contoh:

Watashi wa gakusei desu.
私は学生です。

Mizu o nomimasu.
水を飲みます。
Artinya: Minum air.

Gakkou ni ikimasu.
学校に行きます。
Artinya: Pergi ke sekolah.

Partikel menunjukkan fungsi dan hubungan antar kata dalam kalimat.

Dalam percakapan santai, partikel kadang tidak diucapkan:

Watashi, gakusei desu.
私、学生です。

Walaupun “wa” tidak diucapkan, makna tetap dipahami dari konteks.

Ini menunjukkan bahwa partikel penting secara struktur, tetapi dalam praktik, konteks juga sangat berperan.


省略(しょうりゃく)– Penghilangan dalam Bahasa Jepang

Penghilangan atau omission adalah ciri khas bahasa Jepang lainnya.

Subjek, objek, bahkan partikel sering dihilangkan jika sudah jelas dari konteks.

Contoh:

Nihongo o benkyou shimasu.
日本語を勉強します。

Subjek “watashi” tidak disebut, tetapi tetap dimengerti.

Dalam bahasa Indonesia juga ada penghilangan, misalnya:

“Dari mana?”
“Kantor.”

Namun dalam bahasa Jepang, penghilangan bukan hanya soal kepraktisan.
Apa yang tidak diucapkan juga bisa membawa makna tersirat.

Ini adalah salah satu perbedaan penting antara bahasa Jepang dan bahasa Indonesia.


Kesimpulan

Lima poin utama dalam halaman “Ciri Khas Bahasa Jepang” membantu kita memahami:

  • sistem jenis kata dalam bahasa Jepang
  • struktur SOV
  • peran predikat
  • pentingnya partikel
  • dan kebiasaan penghilangan

Dengan memahami ciri khas bahasa Jepang ini, pembelajaran Lesson 1 dalam Minna no Nihongo Shokyuu 1 akan menjadi jauh lebih mudah.

Bahasa Jepang bukan hanya kumpulan aturan tata bahasa.
Ia memiliki cara berpikir dan sistem struktur yang berbeda dari bahasa Indonesia.

Memahami perbedaan ini adalah langkah pertama untuk belajar bahasa Jepang dengan benar.

5 Ciri Khas Bahasa Jepang dan Perbandingannya dengan Bahasa Indonesia (Minna no Nihongo Shokyuu 1)

この記事が気に入ったら
フォローしてね!

Penulis

Aiko sensei 🇯🇵🇮🇩
Orang Jepang dan Guru bahasa Jepang.
Tinggal di Indonesia 12 tahun lebih.

目次