Artikel ini adalah Lesson Note dari podcast episode. Silakan dengarkan podcast sambil membaca artikel ini agar lebih mudah memahami materinya.
Dengarkan podcast di sini:
Spotify|Apple Podcast|YouTube
pa Itu Ciri Khas Bahasa Jepang?
Di halaman ini ada lima poin penting:
- 品詞(ひんし)jenis kata
- 語順(ごじゅん)urutan kata
- 述語(じゅつご)predikat
- 助詞(じょし)partikel
- 省略(しょうりゃく)penghilangan kata
Dalam artikel ini kita fokus pada poin kedua, yaitu 述語(じゅつご)predikat.
Materi ini berdasarkan buku Minna no Nihongo Shokyuu 1 versi bahasa Indonesia, khususnya halaman 2 yang berjudul Ciri Khas Bahasa Jepang.
Walaupun teman-teman tidak punya bukunya, tetap bisa mengikuti penjelasan ini.
Apa itu Predikat dalam Bahasa Jepang
Pertama kita lihat gambaran besarnya.
Dalam bahasa Jepang, predikat selalu berada di akhir kalimat.
Contoh:
私は学生です。
Watashi wa gakusei desu.
Artinya:
Saya pelajar.
Bagian です (desu) berada di akhir kalimat dan berfungsi sebagai predikat.
Cara Menulis Istilah Predikat dengan Jelas
Dalam materi belajar bahasa Jepang, kita sering melihat penulisan seperti ini:
predikat kata benda / 名詞述語
Namun untuk materi pembelajaran dan SEO, penulisan yang lebih kuat biasanya seperti ini:
名詞述語(meishi jutsugo)
predikat kata benda
Ada beberapa alasan.
Pertama, istilah 名詞述語 (meishi jutsugo) adalah istilah resmi dalam linguistik bahasa Jepang.
Kedua, menambahkan romaji (meishi jutsugo) membantu pembelajar yang belum bisa membaca kanji.
Ketiga, menambahkan penjelasan bahasa Indonesia membuat istilah tersebut langsung dipahami.
Struktur seperti ini membuat materi lebih jelas secara pedagogis dan juga lebih mudah ditemukan di mesin pencari.
Tiga Jenis Predikat dalam Bahasa Jepang
Dalam bahasa Jepang ada tiga jenis predikat utama.
Predikat bisa berupa:
kata benda
kata sifat
kata kerja
Dalam bahasa Jepang disebut:
名詞述語(meishi jutsugo)
predikat kata benda
形容詞述語(keiyōshi jutsugo)
predikat kata sifat
動詞述語(dōshi jutsugo)
predikat kata kerja
Semua jenis predikat ini juga bisa kita temukan dalam bahasa Indonesia.
名詞述語(meishi jutsugo)
Predikat Kata Benda
Contoh:
私は学生です。
Watashi wa gakusei desu.
Artinya:
Saya pelajar.
Di sini kata benda 学生 (gakusei) berarti pelajar menjadi predikat.
Dalam bahasa Indonesia kita bisa mengatakan:
Saya pelajar
atau
Saya adalah pelajar
Namun dalam bahasa Jepang, untuk membuat bentuk sopan pada predikat kata benda, kita harus memakai です (desu).
形容詞述語(keiyōshi jutsugo)
Predikat Kata Sifat
Contoh:
この本は面白いです。
Kono hon wa omoshiroi desu.
Artinya:
Buku ini menarik.
Di sini kata sifat 面白い (omoshiroi) berarti menarik menjadi predikat.
Untuk membuat bentuk sopan dalam bahasa Jepang, biasanya kita menambahkan です (desu) di akhir kalimat.
Contoh:
面白いです
omoshiroi desu
動詞述語(dōshi jutsugo)
Predikat Kata Kerja
Contoh:
私はパンを食べます。
Watashi wa pan o tabemasu.
Artinya:
Saya makan roti.
Di sini kata kerja 食べます (tabemasu) berarti makan menjadi predikat.
Dalam bahasa Jepang, untuk membuat bentuk sopan pada kata kerja, kita memakai akhiran -ます (-masu).
Contoh:
食べます
tabemasu
Kata ます (masu) dan です (desu) sama-sama menunjukkan bentuk sopan, tetapi dipakai untuk jenis kata yang berbeda.
Perubahan Bentuk Predikat
Predikat dalam bahasa Jepang bisa berubah bentuk.
Misalnya:
positif
negatif
lampau
non-lampau
Perubahan ini biasanya terjadi di bagian akhir kalimat.
Contoh Predikat Negatif
私は学生じゃありません。
Watashi wa gakusei ja arimasen.
Artinya:
Saya bukan pelajar.
Di sini じゃありません (ja arimasen) menunjukkan bentuk negatif.
Contoh Predikat Lampau
昨日は暑かったです。
Kinō wa atsukatta desu.
Artinya:
Kemarin panas.
Kata:
暑い
atsui
panas
menjadi bentuk lampau:
暑かった
atsukatta
Perbandingan dengan Bahasa Lain
Predikat dalam bahasa Jepang tidak berubah karena jenis kelamin.
Tidak berubah juga karena jumlah orang.
Contoh:
私は食べます
彼は食べます
彼女は食べます
Semua tetap sama.
Ini mirip dengan bahasa Indonesia.
Namun berbeda dengan bahasa Inggris.
Dalam bahasa Inggris, kata kerja bisa berubah tergantung subjek.
Contoh:
I eat
She eats
Bahasa Jepang dan bahasa Indonesia tidak memiliki perubahan seperti itu.
Kesimpulan
Mari kita rangkum.
Dalam bahasa Jepang, predikat selalu berada di akhir kalimat.
Ada tiga jenis utama:
名詞 + です
kata benda + desu
形容詞 + です
kata sifat + desu
動詞 + ます
kata kerja + masu
Predikat juga bisa berubah bentuk menjadi:
negatif
lampau
Namun tidak berubah karena jenis kelamin atau jumlah orang.
Itulah salah satu ciri khas penting dalam tata bahasa Jepang.
Pada lesson berikutnya, kita akan belajar 助詞(joshi) atau partikel dalam bahasa Jepang.
Partikel adalah salah satu elemen paling khas dalam bahasa Jepang, dan sangat penting untuk memahami struktur kalimat.
Sampai jumpa di lesson berikutnya.
