Garis besar
Setelah persidangan ulang Iwao Hakamada (88), yang dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan empat anggota keluarga, dan penangkapannya pada tahun 1966, Kepala Polisi Prefektur Shizuoka Takayoshi Tsuda melakukan permintaan maaf secara resmi kepada Hakamada di kota Hamamatsu pada tanggal 21 Oktober.

Apa yang terjadi?
Insiden tersebut terjadi pada bulan Juni 1966 di Kota Shimizu, Prefektur Shizuoka. Hakamada, yang didakwa melakukan perampokan dan pembunuhan, meskipun Hakamada telah menyangkal bahwa ia tidak melakukan dua hal tersebut di persidangan, namun ia tetap dijatuhi hukuman mati pada tahun 1980.
Putusan Pengadilan Distrik Shizuoka pada tanggal 26 September 2024, yang membebaskan Hakamada, menyimpulkan bahwa bukti yang digunakan untuk memberatkan Hakamada, termasuk “lima helai pakaian dengan noda darah, dibuat secara curang oleh lembaga investigasi.”

Kepala polisi Tsuda mengunjungi rumah Hakamada dan bertemu dengan Hakamada(88) dan saudara perempuannya Hideko (91). “Saya minta maaf karena telah menyebabkan begitu banyak masalah dan beban bagi Anda selama 58 tahun sejak penangkapan hingga pembebasannya.” ujar kepala polisi Tsuda.
Sebagai tanggapan, Hideko menjawab, “Baik saya ataupun Iwao, sudah berpikir ini adalah takdir, dan kami tidak punya niat untuk mengajukan pengaduan ke polisi sekarang.”
Pada tanggal 9 bulan ini, jaksa tidak menggunakan haknya untuk mengajukan banding. Ketika kepala polisi Tsuda menanggapi wawancara pers pada pagi hari yang sama, dia menyatakan niatnya untuk meminta maaf secara langsung kepada Hakamada.
Kepala polisi Tsuda pun meminta maaf kepada cucu laki-laki dari keluarga korban karena tidak bisa mengungkap pelaku sebenarnya dari kejadian tersebut.
Terjadi pembunuhan empat anggota keluarga di Prefektur Shizuoka
Pada tanggal 30 Juni 1966, terjadi insiden perampokan, pembunuhan, dan pembakaran di sebuah rumah pribadi di Kota Shizuoka, Jepang. Empat anggota keluarga seorang direktur pelaksana dari sebuah perusahaan manufaktur miso telah dibunuh di rumah mereka sendiri. Kemudian, uang dan barang-barang mereka dicuri, dan rumah mereka dibakar.
Sumber referensi
https://www.yomiuri.co.jp/national/20241021-OYT1T50057
https://www.bbc.com/japanese/articles/czeglyr5xjeo
